by

11 Pura di Bali Yang Sering Dikunjungi Wisatawan

Bali terkenal juga dengan sebutan pulau seribu pura. Rasanya itu tidak terlalu berlebihan melihat begitu banyaknya pura yang ada di Bali. Diantara sekian banyak pura yang ada di Bali, ada beberapa pura yang menjadi favorit kunjungan para wisatawan yang berkunjung  ke Bali.

Bagi anda yang liburan ke Bali dan menyukai wisata religi/budaya, 11 pura dibawah ini bisa menjadi acuan untuk menentukan di pura mana saja anda akan jalan-jalan.

Pura Gunung Kawi Sebatu

wisata pura terkenal di bali

Menurut sejarahnya bahwa Pura Gunung Kawi Sebatu didirikan untuk tempat pemujaan Dewa Wisnu atas perintah Rishi Markandeya.


Orang yang disebut Rishi Markandeya adalah seorang guru ( Maharishi ) yang menyebarkan agama Hindu dari Pulau Jawa. Dari petunjuk inilah bahwa pembangunan Pura Gunung Kawi Sebatu dapat diperkirakan antara 1300AD – 1500AD. Maharishi Markandeya ialah orang dari Kerajaan Majapahit yang dulunya memberi pengaruh di Nusantara dan tak luput dengan kerajaan Bali juga.


Di dalam kawasan Pura Gunung Kawi Sebatu memiliki sebuah pemandian umum yang mana kolam beserta pancuran di bagian kanan kompleks pura. Kolam pemandian ini bisa dikatakan cukup luas dengan kondisi air yang sangat jernih dan menyegarkan. Selain itu suasana disini sangat nyaman yang berada jauh dari keramaian kota.

Pura Taman Ayun

wisata pura terkenal di bali

Pura Taman Ayun dibangun oleh Raja Mengwi yang bernama I Gusti Agung Putu 1634 M. Di bangun pada bagian Utara Desa Mengwi untuk tempat pemujaan roh-roh leluhur. Seiring berjalannya waktu, pura ini kemudian menjadi paibon atau ibu pura bagi kerajaan Mengwi.

Ketika kerajaan ini kemudian berkembang dan menjadi besar. Sang raja memutuskan untuk memperluaskan taman ini ke arah Timur, lalu memperluas juga bangunan tersebut. Pura ini kemudian diresmikan pada hari Selasa-Medangsia, sampai sekarang setiap hari selasa Kliwon-Medangsia, di pura ini akan diadakan upacara untuk merayakan ulang tahun berdirinya Pura Taman Ayun.

Pura Taman Ayun ini tidak berdiri secara spontan lengkap dengan kemegahannya yang memikat. Faktanya, pura ini bahkan mengalami beberapa kali perbaikan. Pada tahun 1937, pura ini mengalami perbaikan besar-besaran di sekitar pura dan tahun 1949 dilakukan juga perbaikan terhadap Gapura Bentar, Kori Agung dan pembuatan Wantilan yang besar.

Pada Thaun 1972, kembali dilakukan perbaikan untuk ketiga kalinya dan terakhir pada tahun 1976. Hingga saat ini dibalik berdecakan kagum wisatawan dengan keindahan Pura Taman Ayun, ada kerja keras yang masyarakat yang melatarbelakanginya.

Pura Uluwatu

wisata pura terkenal di bali

Pura Uluwatu terletak di Desa Pecatu, sebuah Desa yang terletak di kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung-Bali ini sangat terkenal dengan objek wisata andalan yaitu Pura Uluwatu, desa ini juga terkenal dengan tempat dimana banyak hotel & fasilitas wisata berada. Lokasi yang sangat strategis dengan keindahan alam yang luar biasa membuat desa ini dipilih oleh para investor untuk menanamkan modal usahanya, contohlah Bulgari Hotels & Resorts, Bali, Alila Villas Uluwatu, The Istana, Tirtha Bali, The Edge, The Khayangan estate dan masih banyak lagi hotel maupun wedding venue yang dapat and temui di desa satu ini.

Pura  Uluwatu berdiri kokoh dibatu karang yang menjorok ke tengah lautan dengan ketinggian kurang lebih 97 meter membuat pura ini menjadi sangat indah, tebing berbatu disekeliling pura memberikan pemandangan yang sangat luar biasa dan sangat memanjakan mata para wisatawan yang mengunjunginya. Selain itu laut dibawahnya juga tidak kalah menariknya untuk mecuri perhatian para peselancar dunia untuk sekedar menikmati ombak-ombak yang tercipta disebelah kanan Pura Uluwatu. Keindahan panorama disekeliling Pura Uluwatu akan semakin memukau para wisatawan pada saat matahari terbenam/sunset yang dapat dinikmati dari beberapa sisi tebing diseputar pura, apalagi kemudian kehadiran tari kecak Uluwatu yang dipentaskan di panggung terbuka membuat tempat wisata ini semakin diminati oleh wisatawan seluruh dunia.

Pura Ulun Danu Bratan

wisata pura terkenal di bali

Objek wisata pura Ulun Danu Bedugul sangat cocok untuk anda kunjungi jika anda menyukai keunikan arsitektur khas Bali, tata kebun dengan banyak jenis bunga, dan lingkungan alam yang masih alami. Pada saat anda tiba dipintu gerbang masuk tempat wisata Pura Ulun Danu Bratan Bedugul, anda sudah dapat melihat candi bentar, keunikan arsitektur pura, suasana asri, udara sejuk dan lingkungan bersih.

Selain itu, pada saat air danau Bratan naik, Pura Ulun Danu Bedugul terlihat seakan mengapung di atas permukaan air danau. Air danau Beratan sangat jernih dan tenang. Pada siang hari kabut tipis mulai terlihat turun menutupi permukaan danau Beratan dan area perbukitan. Jadi daya tarik utama adalah dua pura yang lokasinya ditepi danau dan terlihat terapung dipermukaan air danau Beratan. Foto dari dua pura yang terlihat mengambang ditengah danau Bratan pernah ada di mata uang Rp 50,000.

Pura Batukaru

wisata pura populer di bali

PURA Luhur Batukaru adalah pura sebagai tempat memuja Tuhan sebagai Dewa Mahadewa. Karena fungsinya untuk memuja Tuhan sebagai Dewa yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dengan mempergunakan air secara benar, maka di Pura Luhur Batukaru ini disebut sebagai pemujaan Tuhan sebagai Ratu Hyang Tumuwuh — sebutan Tuhan sebagai yang menumbuhkan.

Tuhan sebagai sumber yang mempertemukan air dengan tanah sehingga muncullah kekuatan untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan itu akan tumbuh subur dengan daunnya yang hijau mengandung klorofil sebagai zat yang menyelamatkan hidup. Pemujaan Tuhan di Pura Luhur Batukaru hendaknya dijadikan media untuk membangun daya spiritual membangun semangat hidup untuk secara sungguh-sungguh menjaga kesuburan tanah dan sumber-sumber air.

Dengan tanah yang terjaga kesuburannya dan sumber-sumber air terlindungi, maka tumbuh-tumbuhan akan subur. Tumbuh-tumbuhan yang subur akan berlanjut terus apabila udara tidak tercemar oleh emisi CO2. Udara yang tercemar akan dapat menimbulkan hujan asam yang merusak pucuk tumbuhan-tumbuhan. Jadi pemujaan Tuhan sebagai Sang Hyang Tumuwuh memiliki makna yang dalam bagi kehidupan umat manusia di bumi ini. Adanya konferensi tentang merubahan cuaca yang diikuti oleh 187 negara di Nusa Dua patut dijadikan momentum untuk mengingatkan diri kita tentang nilai yang terkandung di balik Pemujaan Sang Hyang Tumuwuh di Pura Luhur Batukaru.

Pura Luhur Batukaru terletak di Desa Wongaya Gede Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan. Lokasi pura ini terletak di bagian barat Pulau Bali di lereng selatan Gunung Batukaru. Kemungkinan besar nama pura ini diambil dari nama Gunung Batukaru ini. Bagi mereka yang ingin sembahyang ke Pura Luhur Batukaru sangat diharapkan terlebih dahulu sembahyang di Pura Jero Taksu. Pura Jero Taksu ini memang letaknya agak jauh dari Pura Luhur Batukaru.

Tujuan persembahyangan di Pura Jero Taksu itu adalah sebagai permakluman agar sembahyang di Pura Luhur Batukaru mendapatkan keberhasilan. Pura Taksu ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan Pura Luhur Batukaru. Setelah itu barulah menuju pancuran yang letaknya di bagian tenggara dari pura utama namun tetap berada dalam areal Pura Luhur Batukaru.

Air pancuran ini adalah untuk menyucikan diri dengan jalan berkumur, cuci muka dan cuci kaki di pancuran tersebut terus dilanjutkan sembahyang di Pelinggih Pura Pancuran tersebut sebagai tanda penyucian sakala dan niskala atau lahir batin sebagai syarat utama agar pemujaan dapat dilakukan dengan kesucian jasmani dan rohani.

Pura Tirta Empul

wisata pura populer di bali

Pura Tirta Empul dibangun pada zaman pemerintahan Raja Masula Masuli berkuasa dan memerintah di Bali. Hal ini dapat diketahui dari bunyi lontar Usana Bali. Isi dari lontar itu disebutkan artinya sebagai berikut: “Tatkala itu senang hatinya orang Bali semua, dipimpin oleh Baginda Raja Masula Masuli, dan rakyat seluruhnya merasa gembira, semua rakyat sama-sama mengeluarkan padas, serta bahan bangunan lainnya, seperti dari Blahbatuh, Pejeng, Tampaksiring”.

Sedangkan Permandian Tirta Empul dibangun pada zaman pemerintahan Raja Sri Candrabhaya Singha Warmadewa, dan hal ini dapat diketahui dari adanya sebuah piagam batu yang terdapat di desa Manukaya yang memuat tulisan dan angka yang menyebutkan bahwa permandian Tirta Empul dibangun pada Sasih Kapat tahun Icaka 884, sekitar Oktober tahun 962 Masehi.

Dalam Prasasti Sading ada disebutkan, Raja Masula Masuli bertahta di Bali mulai tahun Saka 1100 atau tahun 1178 M, yang memerintah selama 77 tahun. Berarti Permandian Tirtal Empul dibangun lebih dulu kemudian Puranya. Ada perbedaan waktu sekitar 216 tahun antara pembangunan permandian Tirta Empul dengan pembangunan puranya.

Pura Goa Lawah

wisata pura di bali

Seperti namanya, Pura Gua Lawah berwujud sebuah gua alam yang dikelilingi beberapa bangunan pelinggih. Statusnya sebagai satu dari sembilan pura penyangga mata angin atau Pura Kahyangan Padma Bhuwana menjadikan pura yang terletak di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, ini salah satu pura terpenting bagi masyarakat Bali. Pura Gua Lawah dalam kepercayaan Hindu Bali diposisikan sebagai Pura penyangga arah tenggara (gneya) dari daratan Bali.

Menurut beberapa catatan sejarah, antara lain Lontar Usana Bali dan Lontar Babad Pasek, Pura Goa Lawah didirikan sekitar abad 11 Masehi. Pura ini didirikan pada tahun 929 Saka atau 1007 Masehi atas prakarsa Mpu Kuturan, penasihat Raja Anak Wungsu. Disebutkan pula bahwa pada abad ke-14 Masehi, pura ini mengalami pemugaran dan perluasan kompleks. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, lorong gua ini terhubung dengan mulut Gua Raja di Kompleks Pura Besakih yang berjarak sekitar 30 kilometer. Hanya saja, pada tahun 1917, lorong tersebut runtuh akibat gempa besar.

Salah satu hal menarik dari Gua Lawah adalah kawanan kelelawar yang memenuhi lorong gua ini. Kelelawar-kelewar ini dilindungi oleh aturan adat setempat dan terlarang untuk diburu atau ditangkap. Hal ini membuat keriuhan suara koloni hewan nokturnal ini menjadi salah satu fenomena tersendiri yang dapat disaksikan para pengunjung. Selain itu, keberadaan relief kelelawar di salah satu gerbang/Candi Gelung yang memisahkan halaman tengah (jaba tengah) ke halaman dalam (jeroan) pura menjadi simbol bahwa hewan ini mendapat kedudukan yang khusus di pura ini.

Gua Lawah memiliki korelasi yang sangat erat dengan Pura Besakih di lereng Gunung Agung yang merupakan pura induk (mother temple) bagi seluruh umat Hindu Bali. Menurut Lontar Prekempa Gunung Agung, Pura Gua Lawah merupakan representasi kepala dari Naga Basuki, sedangkan Pura Gua Raja di Kompleks Pura Besakih merepresentasikan ekornya. Dalam mitologi Hindu, Naga Basuki merupakan salah satu dari tiga naga jelmaan dewa yang diturunkan untuk menyelamatkan bumi. Naga Basuki menjadi simbol dari keseimbangan siklus yang terjadi di alam. Air menguap dari laut dan turun ke bumi menjadi hujan di gunung (daratan) yang pada akhirnya kembali ke laut.

Konsep keseimbangan alam yang berkaitan erat dengan eksistensi Gua Lawah menjadikannya pusat pemujaan terhadap Bhatara Tengahing Segara, representasi Tuhan dalam wujud pemelihara lautan. Di samping itu, Gua Lawah juga menjadi tempat pemujaan Dewa Maheswara yang merupakan penguasa arah mata angin tenggara dalam mitologi Hindu Bali.

Selain karena latar belakang mitologis tersebut, korelasi erat Gua Lawah dengan Pura Besakih juga terjadi karena prosesi upacara Ngaben. Menurut keterangan pengurus pura, setelah pelaksanaan ngaben, umat Hindu melakukan persembahyangan di Gua Lawah. Setelah itu, mereka melakukan sembahyang di Pura Besakih sebagai wujud syukur terlaksananya upacara tersebut.

Pura Tanah Lot

wisata pura terkenal di bali

Pura Tanah Lot Bali atau juga disebut Pura Luhur Tanah Lot adalah sebuah tempat suci agama Hindu yang mempunyai keindahan yang natural dengan Tanah Lot sunset Bali yang memukau, Tanah Lot merupakan salah satu tempat terbaik di Bali untuk melihat sunset dan keindahan sunset Tanah Lot Bali adalah salah satu yang terindah di Bali.

Pura Tanah Lot Bali terletak di tepi pantai Tanah Lot dan berdiri di atas sebuah batu karang laut yang kokoh dan kuat, disebelah baratnya juga terdapat pura yang disebut Pura Batu Bolong yang juga memiliki pemandangan yang tidak kalah indahnya.

Tempat wisata Tanah Lot Bali pada saat sunset atau matahari terbenam adalah pemandangan yang terbaik dan sangat indah yang bisa kita nikmati ketika mengunjungi salah satu tempat/objek wisata favorit yang terkenal di Pulau Bali ini dan akan menjadikan liburan di Bali anda tidak terlupakan dan penuh kesan. Tempat suci ini adalah salah satu dari Pura Kahyangan Jagat, pura yang sangat sakral dan suci serta sangat dijaga kesucian dan kelestariannya oleh masyarakat Pulau Dewata.

Tanah Lot berasal dari kata “Tanah” yang artinya tanah dan “Lot” (Lod) yang artinya laut, karena letaknya di laut atau di pantai seperti mengambang ketika air laut pasang maka dapat diartikan Tanah Lot berarti sebuah Tanah atau Pulau yang terletak di laut, oleh karena itu orang-orang pun menyebutnya Tanah Lot.

Pura Tanah Lot berlokasi di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, di pesisir selatan pulau Bali kurang lebih 25 kilometer dari Kota Denpasar. Pura Tanah Lot terletak di atas batu karang laut besar menghadap ke samudra Hindia. Tempat ibadah ini adalah sebuah pura Hindu yang dibangun untuk memuja Tuhan dalam manifestasi-NYA sebagai Dewa Laut atau Dewa Baruna untuk keselamatan dan kesejahteraan dunia serta keseimbangan antara laut dan bumi.

Itulah 11 Pura yang menjadi primadona dikunjungi wisatawan di Bali.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed